This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 Maret 2016

Kelezatan Warisan Kue Tradisional BIMA





   Assalamualaikum ,Selamat sejahterah bagi kita semua.Wah,senang sekali saya masih bisa menyapa sobat semuanya. Bagimana kabarnya? Semoga baik baik saja ya!
By the way saya bukan bloger yang keren keren sekali bikin kata-kata apalagi mengdesain blog ini, jadi mohon perhatiannya ya!
kali ini,saya akan membagi pengetahuan kepada sobat semuanya mengenai KUE.
wah siapin kopi ya sobat. hahaha
oke, Kembali ke Laptop :D
                                                           KUE
   Kue sudah  tidak asing lagi ditelinga kita ya sob, saya yakin ketika saya mengatakan kue,semuanya pasti ngebayangin kue dan ingin sekali memakannya. Tapi tunggu dulu! Sebelumnya saya akan menjelaskan pengertian singat Tentang kue yang menjadi WARISAN KELEZATAN kuliner Nusantara Indonesia.
  
Jadi ,“KUE adalah kudapan makanan ringan yang bukan makanan utama sob. kue biasanya bercita rasa manis atau ada pula yang gurih dan asin. Kue sering kali diartikan sebagai makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung, Baik tepung beras, tepung sagu, tapioka, ataupun terigu. Kue tradisional Nusantara Lazim Ditemukan diIndonesia,Malaysia,Singapura serta Belanda melalui hubungan sejarah dengan indonesia”
    Bahasa indonesia sendiri istilah KUE ini telah meluas menjadi istilah yang memayungi berbagai jenis masakan yang ringan sob,termaksud untuk menyebut kue kering (Bahasa Inggris :cookie), Kue pastri (Bahasa inggris : pastry), dan kue tart atau bolu (Bahasa Inggris:cake) kue dapat di masak dengan cara dikukus, dipanggang, atau di goreng sob. Kue di indonesia biasanya dikategorikan berdasarkan  kadar airnya, yaitu kue basah dan kue kering."sumber sebagian:Wikipedia Indonesia"

  Nah bagaimana? Sudah mengerti kan sob mengenai penjelasan singkat apa itu KUE?

Disini saya mau membahas mengenai kue TRADISIONAL INDONESIA .
Seperti apa bayangan anda mengenai kata TRADISIONAL itu sendiri?
Saya yakin semuanya ada di pikiran sobat semuanya. Kalau menurut saya sih, kata tradisional itu sendiri kuat sekali dengan kaitannya leluhur kita dulu. Dan itu semua yang menjadi budaya di Negeri kita tercinta.
     Mencintai budaya Nusantara merupakan bukti tanda cinta kita terhadap budaya kita sendiri. Budaya kita Indonesia banyak sekali ragamnya ya sob, mulai dari adat istiadat yang beragam,suku yang banyak,bahasa yang bervarian,sampai kuliner atau masakan Nusantara yang menjadi WARISAN KELEZATAN kuliner nenek moyang kita terdahulu. Sebut saja warisan semacam Kue. Kue di Indonesia sungguh sangat beragam, mulai dari varian rasa dan kelezatan, sampai pada varian penampilan yang kian dapat memanjakan mata sampai kita tidak ingin memakannya.HEHEHE
Selain rasa dan penampilan yang bervarian, proses pembuatannya juga sangat bervarian,mulai dari proses pembuatan kue oleh nenek moyang kita dulu dengan cara sederhananya sampai pada mengolah kue dengan bantuan technology canggih seperti sekarang ini.
Berbicara mengenai pembuatan kue oleh nenek moyang kita terdahulu, misalnya melakukan proses pematangan dengan menggunakan pembakaran dengan wadah dan api saja, berbeda dengan sekarang yang kian canggih dengan menggunakan oven sebagai pematangannya. Ini yang menjadikan GOODNESS FROM HERITAGE Kuliner Indonesia sendiri  dan tentunya bisa menggoyangkan lidah kita.
     Disamping itu,selain cara pembuatannya, RASA itu sendiri sangat berpengaruh dalam bahan pembuatan kue itu sendiri sobat.
Begitupun yang kami lakukan di Desa Rada,kecamatan Bolo,Kabupaten Bima,Provinsi Nusa Tenggara Barat ini sobat, kami tinggal dipedesaan,tapi jangan salah,kue yang dihasilkan disini tidak kalah enaknya loh sama kue yang dibuat dikota. Karena kami sangat memperhatikan yang namanya BAHAN BAHAN masakannya , bahan bahan masakannya kami tidak salah-salah sobat. Sebut saja Kue PANGAHA BUNGA ini. (pangaha:kue _ Dalam bahasa bima) Dinamakan Pangaha bunga sendiri  kerena bentuknya seperti kelopak bunga,seperti itu kiranya nenek moyang kami bilang.




    Biasanya , pangaha bunga ini dijadikan kue khas ketika perayaan seperti hari raya idul fitri,idul adha atau perayaan besar lainnya. selain Pangaha bunga ini sendiri, ada beberapa kue lainnya seperti mina sarua,Kue bawang dan makanan khas lainnya. berbicara mengenai kue bawang, mungkin tidak hanya saya,semua orang banyak sekali yang suka dengan kue krenyes-krenyes ini . Adanya Rasa khas yang enak dan Gurih itu tentunya dari bahan makanan itu sendiri sobat.
    Berbicara bahan-bahan masakannya.Mulai dari tepung terigu,gula,sampe pada Menteganya kami sangat memilah mana yang terbaik untuk bahan pembuatan kue disini, sebut saja menteganya,kami sangat selekti memilih mentega supaya kue KHAS BIMA ini bukan hanya enak tapi gurih dan renyah.
    Karena kami yakin, penampilan menarik kue itu tidak menjamin rasa kue itu sendiri. Tidak salah loh sobat , banyak sekali wisatawan luar kota yang travel disini mampir-mampir dipinggir jalan untuk beli kue fenomenal nan gurih di sini :D. Jadi ketika sobat jalan-jalan disini jangan sampe lupa mampir untuk beli kue disini ya sobat, tenang saja,dipinggir jalan banyak yang jualan.
STOP PROMOSI :D
    Dan lanjut, kue khas tradisional Indonesia banyak sekali bertebaran disetiap daerah. Saya yakin di daerah sobat pasti punya kue khas tradisionalnya.
Dengan begitu, ini telah membuktikan bahwa Indonesia itu kaya sekali dengan budaya masakan dan kuliner kue di nusantara yang bisa menyaingi kuliner kue asing sobat.
Kita harus bisa mencintai budaya kita dengan menjunjung tinggi apa yang telah ada digenggaman kita ya sobat, ayo kita cintai produk Indonesia,cintai masakan Indonesia, lebih lebih Kelezatan kue tradisionalnya ya sobat!
#WarisanKelezatan #GoodnessFromHeritage  #PalmboomCakeMargarin
We should proud of our country and our cultures .
Big thanks to @Pakaroti for inspiring me for write a taste cake from our cultures and our village

Facebook : Fahril Rifaah

twitter : @FahrilRif
Instagram : @FahrilRif






Selasa, 24 November 2015

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh :)
selamat pagi, selamat beraktivitas :)
saya disini baru baru  banget ngewrite ngeblog gini , jadi kalau ada kesalahan atau apa kek , maafin ya .
disini saya mau bagi bagi ceramah agama nih , referensinya dari baku buku gitu , trus saya rubah kata katanya , sempat saya bawakan pas lomba gitu , alhamdulillah dapat juara . hehehehe
ini gak sombong ya :D just to tell you .
oke gak lama lama , selamat membaca dan semoga ada banyak orang yang hatinya tersentuh dan bertaubat deh :D
oya , ini tentang menuntut ilmu ya !



أََالسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّه وَبَرَكاَتُهُ
إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله...
Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat, berkah, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam, yakni menuntut ilmu.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin, yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran, serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT.
Para hadirin yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang “Keutamaan menuntut Ilmu”
Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Oleh karena itu, setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu, maka Allah SWT memerintahkan kepada semua manusia, terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul;


“Belajarlah karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai, dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh.”
Dalam pandangan islam, ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita, demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah, kecuali dengan ilmu.
Mengenai perintah menuntut ilmu, Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, QS Al-Alaq ayat 1 – 5:

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Wahyu pertama ini, sebagai tanda pengangkatan Muhammad menjadi utusan Allah, memerintahkan “Iqro’= bacalah”. Meski tak secara langsung mengatakan “belajarlah”, namun perintah Allah dalam ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk belajar, karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar. Membaca yang dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran, tetapi juga bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah.
Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini, yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat, puasa, sedekah, zakat dan sebagainya, tetapi perintah “Iqro’ = bacalah” yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal, kita wajib berilmu, yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat.
Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Tegasnya, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam, meskipun di tempat yang jauh dari negerinya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:






“Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena ridha terhadap ilmu yang dituntutnya.’ (HR ibnu Abdi Al-bar)
Dari ayat dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Ada yang hukumnya fardhu ‘ain seperti menuntut ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu, shalat, dan sebagainya. Ada pula yang hukumnya fardu kifayah, seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia, seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh, atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli), pembagian wasiat, harta waris dan lainnya. Selain itu, hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain, atau menyesatkan dan membahayakan, seperti ilmu hitam, ilmu sihir, ilmu santet dan sebagainya.
Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11:
…..
Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 .......
‘…..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…...” (QS Al-Mujaadilah: 11)
Dari ayat tersebut, tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ الأخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ
“Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat), maka harus dengan ilmu”
Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga. Rasulullah Saw bersabda:


“Siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Muslim)
Satu hal lagi yang harus diketahui, bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh, tidak mudah terombang-ambing, serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu;

“Seorang yang alim lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu)” (HR. Tirmidzi)
Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti, yang kita tak ketahui kapan datangnya, entah hari ini, esok, lusa atau kapan saja Allah berkehendak, malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. Ketika masa itu tiba, tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita, terputuslah kita dari kehidupan dunia, kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak sholeh yang selalu mendoakan, sebagaimana sabda Rasul;



“Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya keculai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. Dengan sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak soleh yang selalu mendoakan, kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk ‘memanfaatkan’ ilmu yang kita miliki. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu, tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. Kata orang bijak ‘ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah”. Ada pula yang menyebutkan, ilmu tanpa amal, pincang, dan amal tanpa ilmu, buta. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal.
Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki, kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain, maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain, kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki, tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut.
Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Sabda rasul yang artinya:
“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)”
Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Jika kita berhenti belajar, sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. Sejatinya, dunia ini adalah laboratorium pendidikan. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. Karena itulah, proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Rasulullah SAW bersabda:



Pentingnya Menuntut Ilmu

أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ
“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat”
Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Berdasar dari hadits itu pula, kita seharusnya termotivasi agar tak pernah lelah untuk belajar. Kita niatkan perjuangan menuntut ilmu ini sebagai ibadah kepada Allah, dengan niat suatu hari kelak akan kita bagi kepada orang lain, agar ilmu yang kita miliki tak hanya bermanfaat buat diri kita, tetapi juga makhluk Allah yang lain.
Jangan pernah berhenti belajar hal-hal bermanfaat, selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah. Dengan niat ikhlas kartena Allah, mudah-mudahan kita semua memperoleh keutamaan menuntut ilmu seperti yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada kekurangan itu datangnya dari diri saya sebagai makhluk dhoif yang tak luput dari khilaf, dan atas semua kesalahan itu mohon dimaafkan dan dimohonkan ampun kepada Allah SWT. Semua kebenaran yang terucap datangnya dari Allah SWT sebagai sang Khalik yang Maha Sempurna, semoga dapat dijadikan pelajareab dan bahan renungan. Akhir kata:
Nuun, walqalami wamaa yasthuruun